Diperbarui: 07 Oktober 2026
Dada terasa berat, badan berkeringat dingin, dan napas agak sesak. Banyak orang langsung berpikir, "Ah, masuk angin." Lalu dikerok, dipijat, dibalur minyak angin, atau minum obat maag, sambil berharap keluhan hilang setelah tidur.
Sebagian besar nyeri dada memang bukan karena jantung. Tetapi serangan jantung sering menyamar sebagai "masuk angin", dan keterlambatan penanganannya dapat berakibat fatal. Penyakit jantung, bersama stroke, termasuk penyebab kematian terbesar di Indonesia. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai sekitar 1,5%. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyebut sekitar 80% penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah, sehingga mengenali gejala dan faktor risiko sejak dini sangat berarti.
Artikel ini membantu Anda memahami perbedaan nyeri dada akibat jantung dan bukan jantung, serta kapan Anda tidak boleh menunda pertolongan.
|
Jawaban Singkat Nyeri dada tidak bisa dipastikan penyebabnya sendiri. "Masuk angin" bukan diagnosis medis, dan gejalanya bisa mirip dengan serangan jantung. Segera ke IGD bila dada terasa tertekan atau berat lebih dari beberapa menit, terutama bila disertai sesak, keringat dingin, mual, atau nyeri menjalar ke lengan, rahang, atau punggung. Jangan menunggu, jangan dikerok, dan jangan mengemudi sendiri. Periksa ke dokter dalam waktu dekat bila nyeri dada muncul berulang saat beraktivitas dan mereda saat istirahat, atau bila Anda punya faktor risiko jantung. Anda bisa memulai dari dokter penyakit dalam, yang akan merujuk ke dokter jantung bila diperlukan. |
"Masuk angin" adalah istilah yang dipakai masyarakat untuk sekumpulan keluhan seperti perut kembung, mual, pegal, sendawa, badan meriang, dan dada terasa tidak nyaman. Dalam ilmu kedokteran, istilah ini tidak dikenal. Di baliknya bisa ada banyak kondisi, mulai dari gangguan lambung hingga serangan jantung.
Masalahnya, penanganan tradisional seperti kerokan, pijat, atau minum jamu tidak dapat membedakan keluhan yang ringan dengan yang mengancam nyawa. Bila yang terjadi adalah serangan jantung, setiap menit yang terbuang berarti otot jantung yang rusak semakin luas.
|
Kelompok |
Contoh penyebab |
Ciri yang sering menyertai |
|
Jantung dan pembuluh darah |
Angina, serangan jantung, radang selaput atau otot jantung, robekan pembuluh darah aorta |
Dada tertekan atau berat, menjalar ke lengan, rahang, atau punggung, sesak, keringat dingin |
|
Paru |
Pneumonia, radang selaput paru, sumbatan pembuluh darah paru, kolaps paru |
Nyeri bertambah saat menarik napas dalam atau batuk, sesak, demam, batuk |
|
Pencernaan |
Asam lambung naik (GERD), spasme kerongkongan, tukak lambung, batu empedu |
Rasa panas naik ke dada atau tenggorokan, rasa asam, memburuk setelah makan atau berbaring |
|
Otot dan tulang dada |
Otot dada tegang, radang tulang rawan dada |
Nyeri tajam, bertambah saat ditekan atau saat mengubah posisi |
|
Saraf dan kulit |
Herpes zoster (cacar api), sebelum ruam muncul |
Nyeri seperti terbakar atau menyengat pada satu sisi, kemudian muncul ruam |
|
Psikologis |
Serangan panik, kecemasan |
Berdebar, napas cepat, kesemutan, rasa takut; ditegakkan setelah penyebab fisik disingkirkan |
Nyeri dada karena jantung biasanya tidak digambarkan sebagai nyeri tajam seperti tusukan, melainkan sebagai:
• Rasa tertekan, berat, seperti ditindih, diremas, atau dijepit di tengah atau sisi kiri dada
• Menjalar ke lengan kiri (atau kedua lengan), bahu, leher, rahang, atau punggung
• Disertai sesak napas, keringat dingin, mual atau muntah, lemas, pusing, atau jantung berdebar
• Muncul saat aktivitas atau emosi, dan mereda dalam beberapa menit bila beristirahat (angina)
• Berlangsung lebih lama, tidak mereda dengan istirahat, atau muncul saat istirahat (dapat menandakan serangan jantung)
Pada perempuan, lansia, dan penderita diabetes, serangan jantung bisa muncul tanpa nyeri dada yang jelas. Keluhan yang muncul bisa berupa sesak napas, lelah luar biasa, mual, nyeri ulu hati, atau nyeri di rahang dan punggung. Karena itulah keluhan ini sering disangka maag atau masuk angin. Baca juga: Perut Sering Perih dan Mual, Jangan Langsung Menganggap Itu Maag dan Sering Haus dan Buang Air Kecil, Kenali Gejala Diabetes.
|
Ciri nyeri |
Lebih mengarah ke jantung |
Lebih mengarah ke bukan jantung |
|
Rasa |
Tertekan, berat, diremas |
Tajam, menusuk, atau terbakar |
|
Pemicu |
Aktivitas fisik, emosi, atau udara dingin |
Menarik napas dalam, batuk, gerakan tertentu, atau ditekan pada dada |
|
Lama |
Beberapa menit hingga lebih dari 15-20 menit |
Hanya sekejap (detik) atau berlangsung berjam-jam tanpa perubahan |
|
Menjalar |
Ke lengan, rahang, leher, atau punggung |
Terlokalisasi di satu titik |
|
Gejala penyerta |
Sesak, keringat dingin, mual, lemas |
Rasa asam di mulut, sendawa, atau nyeri setelah makan |
Peringatan: ciri-ciri di atas hanya panduan umum. Banyak pengecualian, dan penderita jantung bisa saja mengalami nyeri yang tampak seperti maag. Karena itu, jangan menyimpulkan sendiri bahwa nyeri dada Anda bukan jantung. Dokter perlu memeriksa, biasanya dimulai dengan rekam jantung (EKG).
|
Segera ke IGD atau hubungi layanan darurat bila nyeri dada disertai: • Rasa tertekan atau berat di dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit, atau hilang lalu muncul lagi • Nyeri menjalar ke lengan, rahang, leher, bahu, atau punggung • Sesak napas, keringat dingin, mual atau muntah, atau wajah pucat • Pingsan, hampir pingsan, atau kesadaran menurun • Jantung berdebar sangat cepat atau tidak teratur disertai pusing • Nyeri hebat yang datang mendadak seperti disobek, terasa menembus ke punggung • Sesak napas mendadak, terlebih dengan betis bengkak atau nyeri pada satu sisi • Tanda stroke: wajah mencong, lengan atau tungkai lemah satu sisi, bicara pelo |
1. Hentikan semua aktivitas dan duduk atau bersandar dengan posisi senyaman mungkin.
2. Segera hubungi IGD di (0622) 7434507 atau layanan ambulans terdekat, atau minta orang lain mengantar Anda. Jangan mengemudi sendiri.
3. Longgarkan pakaian yang ketat dan tetap tenang. Mintalah seseorang menemani Anda.
4. Jangan menunda dengan kerokan, pijat, minum jamu, atau tidur dulu untuk melihat apakah membaik.
5. Jangan minum obat sembarangan. Bila dokter sebelumnya sudah meresepkan obat jantung untuk keadaan seperti ini, ikuti petunjuk dokter tersebut. Selebihnya, petugas medis akan memberi obat yang sesuai.
6. Bawa daftar obat, hasil pemeriksaan jantung sebelumnya (bila ada), dan catat kapan nyeri mulai muncul.
Bila seseorang pingsan, tidak sadar, dan tidak bernapas normal, minta bantuan segera dan lakukan pijat jantung (CPR) bila Anda terlatih, sambil menunggu tenaga medis.
Meski keluhan Anda tidak termasuk darurat, jadwalkan pemeriksaan dalam waktu dekat bila:
• Nyeri atau rasa berat di dada muncul berulang saat beraktivitas dan mereda saat istirahat
• Napas mudah sesak atau cepat lelah saat aktivitas yang biasanya ringan
• Sering berdebar tanpa sebab yang jelas
• Pernah pingsan atau hampir pingsan
• Kaki bengkak atau sulit berbaring datar karena sesak
• Nyeri dada berulang yang tidak membaik meski sudah minum obat maag
• Anda memiliki faktor risiko jantung dan belum pernah memeriksakan diri
• Tekanan darah tinggi. Baca: Tekanan Darah Tinggi Bikin Pusing?
• Diabetes atau gula darah tinggi
• Kolesterol dan trigliserida tinggi
• Perokok, termasuk pengguna rokok elektrik, dan mantan perokok baru berhenti
• Berat badan berlebih dan kurang aktivitas fisik
• Riwayat keluarga penyakit jantung, terutama pada usia muda (pria sebelum 55 tahun atau wanita sebelum 65 tahun)
• Usia lanjut, pria di atas 40 tahun, dan wanita setelah menopause
• Stres berkepanjangan dan kurang tidur
• Dokter spesialis penyakit dalam dapat melakukan penilaian awal, pemeriksaan EKG dan laboratorium, memeriksa faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, serta merujuk ke dokter jantung bila diperlukan.
• Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menangani pemeriksaan dan tindakan lanjutan, misalnya USG jantung (ekokardiografi), uji latih jantung, dan pemeriksaan pembuluh darah jantung.
• Dalam keadaan darurat, jangan memilih dokter terlebih dahulu. Datang langsung ke IGD.
Dokter akan menanyakan karakter nyeri, pemicu, durasi, riwayat penyakit, dan faktor risiko Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Bergantung pada kondisi Anda, pemeriksaan dapat meliputi:
• EKG (rekam jantung), sering menjadi langkah pertama
• Pemeriksaan darah, termasuk penanda kerusakan otot jantung (troponin), gula darah, dan kolesterol
• Foto rontgen dada untuk melihat jantung dan paru
• USG jantung (ekokardiografi) untuk menilai kerja dan struktur jantung
• Uji latih jantung (treadmill) atau CT angiografi koroner pada kasus tertentu
• Angiografi koroner (kateterisasi jantung) bila dicurigai penyempitan pembuluh darah jantung
Perlu diketahui, hasil EKG yang normal saat tidak sedang nyeri belum tentu menyingkirkan penyakit jantung. Dokter dapat menganjurkan pemeriksaan ulang atau pemeriksaan tambahan.
• Ukur dan kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara rutin
• Berhenti merokok. Manfaatnya terasa sejak beberapa minggu pertama
• Aktif bergerak, misalnya jalan cepat sekitar 150 menit per minggu, sesuai kemampuan dan saran dokter
• Makan seimbang: perbanyak sayur, buah, dan biji-bijian, kurangi garam, gorengan, dan makanan berlemak jenuh
• Jaga berat badan dan lingkar perut
• Tidur cukup dan kelola stres
• Rutin kontrol bila punya hipertensi, diabetes, atau riwayat keluarga penyakit jantung
Untuk keluhan nyeri dada yang mengkhawatirkan, IGD RS Efarina Etaham Pematangsiantar buka 24 jam. Untuk keluhan yang tidak darurat atau untuk pemeriksaan faktor risiko, Anda dapat berkonsultasi di poliklinik dan dokter akan merujuk ke dokter spesialis jantung bila diperlukan.
|
Informasi Kontak & Layanan Alamat: Jl. Pendeta J. Wismar Saragih No. 1, Kel. Bane, Kec. Siantar Utara, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 21137 IGD 24 jam (darurat): (0622) 7434507 Telepon / WhatsApp (pendaftaran & informasi): 0812 6397 8886 | 0813 8778 081 Jam poliklinik Penyakit Dalam: Senin-Jumat 09.00-17.00 WIB, Sabtu 09.00-15.00 WIB Poli Jantung: [isi jadwal bila layanan tersedia, hapus baris ini bila belum ada] [ Buat Janji Konsultasi Sekarang ] (tombol CTA ke halaman pendaftaran atau WhatsApp, khusus keluhan non-darurat) |
Tidak. Letak nyeri tidak menentukan penyebabnya. Nyeri dada kiri bisa berasal dari otot, lambung, atau paru, dan nyeri jantung juga bisa terasa di tengah atau bahkan di kanan dada. Yang lebih penting adalah karakter nyeri dan gejala penyertanya.
Bila dada terasa tertekan atau berat lebih dari beberapa menit, atau hilang lalu muncul lagi, terlebih dengan sesak, keringat dingin, atau nyeri menjalar, segera ke IGD. Jangan menunggu sampai satu jam untuk melihat apakah membaik.
Ya, keduanya bisa terasa sangat mirip, sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan. Karena itu, jangan langsung menganggap nyeri dada sebagai maag, terutama bila Anda punya faktor risiko jantung.
Bisa. Perokok, penderita diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, atau yang punya riwayat keluarga penyakit jantung usia muda tetap berisiko. Gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab yang sering ditemui pada penyakit jantung koroner usia muda.
Belum tentu. EKG yang dilakukan saat tidak ada keluhan bisa normal meski ada penyempitan pembuluh darah. Dokter dapat menganjurkan pemeriksaan ulang saat nyeri atau pemeriksaan lain seperti USG jantung dan uji latih.
Serangan panik memang dapat menimbulkan nyeri dada, tetapi kesimpulan ini baru boleh diambil setelah penyebab fisik disingkirkan dokter. Jangan mengabaikan nyeri dada dengan menganggapnya hanya karena stres.
Kerokan tidak menggantikan pemeriksaan dan tidak mengobati serangan jantung. Bila Anda menunggu hasil kerokan, waktu berharga terbuang. Bila nyeri dada disertai tanda bahaya, langsung ke IGD.
Untuk penilaian awal, dokter penyakit dalam dapat memeriksa dan merujuk Anda ke dokter jantung bila diperlukan. Pada keadaan darurat, datang langsung ke IGD tanpa memilih dokter terlebih dahulu.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan dari tenaga medis. Jika Anda atau orang di dekat Anda mengalami nyeri dada dengan tanda bahaya, segera hubungi IGD atau layanan gawat darurat terdekat.
Referensi: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan materi Hari Jantung Sedunia; Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI); Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI); American Heart Association (AHA) / American College of Cardiology (ACC), pedoman evaluasi nyeri dada; European Society of Cardiology (ESC).
(DesmanSiahaan)
© Copyright 2022 Rumah Sakit Efarina Siantar. All Rights Reserved.