Memperingati Hari Kesadaran Epilepsi Se-Dunia

Images
  • 26 Maret 2026
  • 53x

Memperingati Hari Kesadaran Epilepsi Se-Dunia

Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia (Purple Day): Meningkatkan Pemahaman, Menghapus Stigma

Setiap tanggal 26 Maret, dunia memperingati Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia atau yang dikenal sebagai Purple Day. Momen ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk meningkatkan pemahaman tentang epilepsi, sekaligus menghapus stigma yang masih melekat di masyarakat.

Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun latar belakang. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terhadap epilepsi, sehingga penderita kerap menghadapi diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan Purple Day, masyarakat diajak untuk lebih peduli dan memahami bahwa epilepsi bukanlah penyakit menular, serta dapat dikontrol dengan penanganan medis yang tepat. Dukungan dari lingkungan sekitar juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidup para penyandang epilepsi.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, RS Efarina Etaham Pematangsiantar terus berupaya menghadirkan layanan medis yang komprehensif, termasuk dalam diagnosis dan penanganan gangguan saraf seperti epilepsi. Dengan dukungan tenaga medis profesional dan fasilitas yang memadai, pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat dan berkesinambungan.

Mari bersama-sama kita tingkatkan kesadaran, tunjukkan kepedulian, dan hilangkan stigma terhadap epilepsi. Kenakan warna ungu sebagai simbol dukungan, dan jadilah bagian dari gerakan global untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi para penyandang epilepsi.


Sejarah Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia (Purple Day)

Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia atau Purple Day diperingati setiap tanggal 26 Maret sebagai gerakan global untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang epilepsi serta mengurangi stigma terhadap para penyandangnya.

Purple Day pertama kali digagas pada tahun 2008 oleh seorang gadis asal Kanada bernama Cassidy Megan. Ia memiliki epilepsi dan ingin menghilangkan rasa takut serta kesalahpahaman yang sering dialami oleh penderita epilepsi di lingkungan sekitarnya. Melalui inisiatif sederhana, Cassidy mengajak orang-orang di sekitarnya untuk mengenakan warna ungu sebagai simbol solidaritas dan dukungan.

Gerakan ini kemudian mendapatkan dukungan luas dari berbagai organisasi, termasuk Epilepsy Association of Nova Scotia dan Anita Kaufmann Foundation, yang membantu memperluas kampanye ini hingga ke tingkat internasional.

Seiring berjalannya waktu, Purple Day berkembang menjadi gerakan global yang diikuti oleh jutaan orang di berbagai negara. Beragam kegiatan dilakukan untuk memperingati hari ini, mulai dari kampanye edukasi, seminar kesehatan, hingga aksi simbolis dengan mengenakan warna ungu.

Warna ungu sendiri dipilih karena melambangkan kesadaran, keberanian, dan dukungan bagi para penyandang epilepsi. Hingga kini, Purple Day menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat bahwa epilepsi adalah kondisi medis yang dapat ditangani, serta pentingnya peran lingkungan dalam memberikan dukungan yang positif.


(DIH)

Publikasi Lainnya

© Copyright 2022 Rumah Sakit Efarina Siantar. All Rights Reserved.