Tekanan Darah Tinggi Sering Tidak Terasa: Berapa Angka yang Harus Diwaspadai?

Images
  • 29 September 2026
  • 53x

Tekanan Darah Tinggi Sering Tidak Terasa: Berapa Angka yang Harus Diwaspadai?

Tekanan Darah Tinggi Sering Tidak Terasa: Berapa Angka yang Harus Diwaspadai?


“Saya Tidak Pusing, Berarti Tekanan Darah Saya Normal?”

Belum tentu.

Ini adalah salah satu alasan mengapa tekanan darah tinggi atau hipertensi sering terlambat diketahui.

Seseorang bisa tetap bekerja, beraktivitas, makan seperti biasa, bahkan merasa tubuhnya baik-baik saja, tetapi tekanan darahnya ternyata sudah berada di atas batas yang sehat.

Karena itu, tidak merasa sakit bukan berarti tekanan darah pasti normal.

Data pelayanan kesehatan di Kabupaten Simalungun menunjukkan bahwa hipertensi termasuk masalah kesehatan yang banyak ditangani. Sepanjang 2025 tercatat 29.492 kunjungan hipertensi di Puskesmas Kabupaten Simalungun, berada di urutan kedua setelah ISPA dalam sepuluh kelompok penyakit dengan kunjungan terbanyak yang dilaporkan.

Artinya, tekanan darah tinggi bukan sekadar masalah kesehatan yang jauh dari kehidupan masyarakat.

Lalu, berapa sebenarnya angka tekanan darah yang perlu diperhatikan?

Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?

Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah.

Ketika tekanan tersebut terus berada pada tingkat yang terlalu tinggi, kondisi ini disebut hipertensi.

Dalam pemeriksaan tekanan darah, biasanya kita melihat dua angka.

Misalnya:

120/80 mmHg

Angka pertama disebut tekanan sistolik, yaitu tekanan ketika jantung memompa darah.

Angka kedua disebut tekanan diastolik, yaitu tekanan ketika jantung berada dalam fase relaksasi di antara denyut.

Keduanya penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah seseorang.

Yang perlu diperhatikan, satu kali hasil pengukuran belum tentu cukup untuk menentukan seseorang mengalami hipertensi. Dokter dapat mempertimbangkan pengukuran berulang, kondisi pasien, faktor risiko, serta pemeriksaan lainnya sebelum menentukan diagnosis dan penanganan.

Berapa Angka Tekanan Darah yang Normal?

Pedoman dapat menggunakan klasifikasi yang sedikit berbeda, tetapi salah satu klasifikasi yang banyak digunakan saat ini dari American Heart Association membagi tekanan darah orang dewasa menjadi beberapa kategori.

Hasil tekanan darah Keterangan
<120 dan <80 mmHg Normal
120–129 dan <80 mmHg Meningkat
130–139 atau 80–89 mmHg Hipertensi tahap 1
≥140 atau ≥90 mmHg Hipertensi tahap 2
>180 dan/atau >120 mmHg Tekanan darah sangat tinggi dan perlu segera dievaluasi

Angka tersebut bukan berarti Anda dapat mendiagnosis diri sendiri hanya dengan satu kali pengukuran.

Misalnya, seseorang mendapatkan hasil 145/92 mmHg.

Jangan langsung menyimpulkan, “Saya pasti hipertensi.”

Tetapi jangan pula mengatakan, “Tidak apa-apa, nanti juga turun.”

Hasil tersebut adalah alasan yang baik untuk melakukan pengukuran ulang dengan cara yang benar dan berkonsultasi dengan tenaga medis, terutama jika hasil tinggi berulang.

Kenapa Hipertensi Sering Tidak Terasa?

Inilah bagian yang sering membuat orang lengah.

Banyak penderita hipertensi tidak mengalami gejala yang khas. Bahkan, seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi tanpa merasa sakit sama sekali. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah menjadi penting untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Ada orang yang baru mengetahui dirinya memiliki hipertensi ketika melakukan pemeriksaan kesehatan untuk keperluan lain.

Ada juga yang baru memeriksakan diri setelah muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Padahal, semakin cepat tekanan darah diketahui dan dikendalikan, semakin besar kesempatan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Jadi, jangan menunggu kepala pusing untuk mulai memeriksa tekanan darah.

Apakah Sakit Kepala Berarti Tekanan Darah Tinggi?

Belum tentu.

Sakit kepala memang dapat muncul pada kondisi tertentu ketika tekanan darah sangat tinggi, tetapi sakit kepala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami hipertensi.

Begitu juga dengan pusing, mudah lelah, jantung berdebar, atau merasa tidak enak badan.

Keluhan tersebut memiliki banyak kemungkinan penyebab.

Cara paling sederhana untuk mengetahui tekanan darah adalah mengukurnya.

Dengan kata lain:

Daripada menebak dari gejala, lebih baik mengetahui angkanya.

Apa yang Bisa Membuat Tekanan Darah Naik?

Tekanan darah dipengaruhi oleh banyak faktor.

Beberapa di antaranya dapat kita ubah, sementara faktor lainnya tidak dapat kita kendalikan.

1. Terlalu banyak konsumsi garam

Asupan natrium yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah pada sebagian orang.

Makanan sehari-hari yang terasa “biasa” pun dapat mengandung cukup banyak garam, terutama makanan olahan, makanan instan, makanan kemasan, serta beberapa jenis makanan yang menggunakan banyak bumbu atau penyedap.

2. Kurang bergerak

Terlalu banyak duduk dan kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi.

Aktivitas fisik secara teratur merupakan bagian penting dari upaya menjaga tekanan darah.

3. Berat badan berlebih

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Namun, hipertensi tidak hanya dialami oleh orang dengan berat badan berlebih. Orang dengan berat badan normal juga tetap dapat mengalami hipertensi.

4. Merokok

Kebiasaan merokok berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

5. Stres

Stres dapat memengaruhi tekanan darah, terutama ketika terjadi terus-menerus dan disertai pola hidup yang kurang sehat.

6. Riwayat keluarga

Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki hipertensi, risiko seseorang untuk mengalami kondisi serupa dapat menjadi lebih tinggi.

7. Bertambahnya usia

Risiko hipertensi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Namun sekali lagi, hipertensi bukan hanya penyakit orang tua.

Orang dewasa muda pun tetap perlu memperhatikan tekanan darahnya, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu.

Bagaimana Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Benar?

Kadang-kadang hasil pengukuran bisa lebih tinggi karena kondisi saat pengukuran kurang ideal.

Agar hasil lebih representatif, sebelum mengukur tekanan darah:

  • Duduk dan beristirahat terlebih dahulu.

  • Pastikan punggung tersangga.

  • Letakkan kedua kaki menapak di lantai.

  • Jangan berbicara saat pengukuran.

  • Posisikan lengan dalam keadaan tersangga.

  • Gunakan alat dan manset yang sesuai.

  • Hindari mengukur segera setelah aktivitas fisik berat.

American Heart Association juga menyarankan pengukuran dilakukan dalam posisi duduk dengan punggung tersangga, kaki menapak, dan lengan disangga pada posisi yang sesuai.

Jika Anda melakukan pemantauan tekanan darah di rumah, catat hasilnya.

Contohnya:

Senin pagi: 142/88 mmHg
Senin malam: 138/86 mmHg
Selasa pagi: 145/90 mmHg

Catatan seperti ini dapat membantu dokter melihat pola tekanan darah Anda, bukan hanya satu angka pada satu waktu.

Kalau Tekanan Darah Sudah Tinggi, Apa yang Harus Dilakukan?

Jangan langsung panik.

Tetapi jangan pula mengabaikannya.

Langkah pertama adalah memastikan hasil pengukuran dan melakukan evaluasi medis, terutama jika tekanan darah tinggi muncul berulang.

Dokter dapat menilai:

  • hasil tekanan darah;

  • usia;

  • riwayat kesehatan;

  • riwayat keluarga;

  • pola makan;

  • aktivitas fisik;

  • kebiasaan merokok;

  • berat badan;

  • kondisi jantung dan pembuluh darah;

  • fungsi ginjal;

  • diabetes atau faktor risiko lainnya.

Dari sana, dokter dapat menentukan apakah perubahan gaya hidup saja cukup untuk kondisi tertentu atau apakah diperlukan obat-obatan.

Jangan menghentikan obat tekanan darah sendiri hanya karena sudah merasa sehat.

Merasa sehat bukan berarti tekanan darah sudah terkontrol.

Jika dokter memberikan obat, konsumsi obat sesuai petunjuk dan lakukan kontrol sesuai jadwal.

Apakah Hipertensi Bisa Dicegah?

Risiko hipertensi dapat dikurangi dengan menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Kurangi garam

Perhatikan jumlah garam dan makanan tinggi natrium yang dikonsumsi setiap hari.

Perbanyak makanan bergizi

Pola makan yang lebih banyak mengandung sayuran, buah, dan makanan bergizi seimbang dapat membantu mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Rutin bergerak

Tidak harus langsung melakukan olahraga berat.

Mulailah dengan aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan.

Berhenti merokok

Berhenti merokok memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Jaga berat badan

Jika memiliki berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dan sehat dapat menjadi bagian dari pengelolaan tekanan darah.

Kelola stres dan cukup tidur

Kesehatan bukan hanya tentang makanan dan olahraga. Istirahat yang cukup dan pengelolaan stres juga penting.

Pedoman hipertensi terbaru juga menekankan perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat untuk jantung, pengurangan natrium, aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, dan pengelolaan stres sebagai bagian dari pencegahan maupun pengendalian tekanan darah.

Kapan Tekanan Darah Tinggi Menjadi Kondisi Darurat?

Ada kondisi yang tidak boleh ditunggu.

Jika hasil pengukuran menunjukkan tekanan darah lebih dari 180/120 mmHg, lakukan pengukuran ulang sesuai prosedur setelah beristirahat sejenak.

Jika tekanan tetap sangat tinggi, segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan arahan.

Terlebih jika tekanan darah sangat tinggi disertai gejala seperti:

  • nyeri atau tekanan hebat di dada;

  • sesak napas;

  • kelemahan atau mati rasa;

  • gangguan penglihatan;

  • sulit berbicara;

  • kebingungan;

  • sakit kepala berat yang tidak biasa.

Kombinasi tekanan darah sangat tinggi dengan gejala-gejala tersebut dapat menjadi keadaan darurat medis dan membutuhkan pertolongan segera.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda tidak harus menunggu sampai muncul komplikasi untuk memeriksakan tekanan darah.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi jika:

  • hasil tekanan darah sering berada di atas normal;

  • beberapa kali mendapatkan hasil ≥140/90 mmHg;

  • sudah mengonsumsi obat hipertensi tetapi tekanan darah belum terkontrol;

  • memiliki diabetes;

  • memiliki penyakit ginjal;

  • memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke;

  • memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi atau penyakit kardiovaskular;

  • atau ingin mengetahui risiko kesehatan meskipun merasa sehat.

Pemeriksaan juga penting bagi orang yang merasa tidak memiliki keluhan.

Karena sekali lagi, hipertensi bisa berjalan tanpa gejala yang jelas.

Pemeriksaan Hipertensi di Pematangsiantar

Bagi masyarakat Pematangsiantar dan Simalungun yang ingin mengetahui kondisi tekanan darah atau memiliki hasil pengukuran yang berulang kali tinggi, pemeriksaan dapat dilakukan melalui dokter yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Di RS Efarina Etaham Pematangsiantar, tersedia layanan Spesialis Penyakit Dalam, dengan beberapa dokter yang tercantum dalam jadwal resmi rumah sakit, termasuk dr. Efrilyn U.B Sidabutar, Sp.PD, dr. Jhon Effrahim Ginting, Sp.PD, dr. Ade Baswin, Sp.PD, FINASIM, dan dr. Anthony, Sp.PD.

Untuk kondisi tertentu yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, rumah sakit juga memiliki layanan Spesialis Jantung, termasuk dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang tercantum dalam jadwal resmi RS Efarina.

Jadwal dokter dapat berubah, sehingga sebaiknya periksa informasi terbaru sebelum datang.

Jangan Tunggu Sampai Tubuh Memberi Peringatan

Ada satu kebiasaan sederhana yang sering kita lakukan:

baru memeriksa kesehatan ketika sudah merasa sakit.

Padahal, untuk tekanan darah, pendekatan tersebut tidak selalu tepat.

Anda bisa merasa sehat hari ini dan tetap memiliki tekanan darah yang perlu diperhatikan.

Itulah mengapa pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi penting.

Tidak perlu menunggu pusing.

Tidak perlu menunggu kepala terasa berat.

Tidak perlu menunggu tubuh terasa lemas.

Kenali angkanya sebelum masalahnya menjadi lebih besar.

Bagi masyarakat Pematangsiantar dan Simalungun, terutama yang memiliki faktor risiko hipertensi atau mendapatkan hasil tekanan darah yang tinggi berulang, konsultasikan kondisi Anda kepada dokter untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.

Karena menjaga tekanan darah bukan hanya tentang mengejar angka yang bagus di alat pengukur.

Ini tentang menjaga jantung, pembuluh darah, otak, ginjal, dan kesehatan Anda dalam jangka panjang.

Butuh Pemeriksaan Tekanan Darah?

Jika Anda memiliki tekanan darah yang sering tinggi atau ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter di RS Efarina Etaham Pematangsiantar.

RS Efarina Etaham Pematangsiantar
Jl. Pendeta J. Wismar Saragih No. 1, Kel. Bane, Kec. Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara 21137.

Informasi dokter dan jadwal layanan dapat diperiksa melalui Instagram resmi @rsefarinaetahamsiantar

📞 Informasi & Penanganan Darurat

Customer Care : 

 

  • 0812 6397 8886
  • 0813 8778 081
  • (0622) 7434507

    (DesmanSiahaan)

Publikasi Lainnya

© Copyright 2022 Rumah Sakit Efarina Siantar. All Rights Reserved.