Cara Pengelolaan Limbah Rumah Sakit dan Jenisnya

Images
  • 22 November 2023
  • 110x

Cara Pengelolaan Limbah Rumah Sakit dan Jenisnya

PENGERTIAN LIMBAH

     Limbah didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak berguna, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang tidak terjadi dengan sendirinya dan berasal dari kegiatan manusia. 

 

JENIS LIMBAH

  1. Limbah klinik : Limbah dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman dan populasi umum dan staf Rumah Sakit. Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai resiko tinggi. Contoh limbah jenis tersebut ialah perban atau pembungkus yang kotor, cairan badan, anggota badan yang diamputasi, jarum-jarum dan semprit bekas, kantung urine dan produk darah.
  2. Limbah patologi : Limbah ini juga dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya diautoclaf sebelum keluar dari unit patologi. Limbah tersebut harus diberi label biohazard.
  3. Limbah bukan klinik : Limbah ini meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkontak dengan cairan badan. Meskipun tidak menimbulkan resiko sakit, limbah tersebut cukup merepotkan karena memerlukan tempat yang besar untuk mengangkut dan menbuangnya.
  4. Limbah dapur : Limbah ini mencakup sisa-sisa makanan dan air kotor. Berbagai serangga seperti kecoa, kutu dan hewan pengerat seperti tikus merupakan gangguan bagi staf maupun pasien di Rumah Sakit.
  5. Limbah radioaktif : Walaupun limbah ini tidak  menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di rumah sakit, pembuangan secara aman perlu diatur dengan baik. Pemberian kode warna yang berbeda untuk masing - masing sangat membantu pengelolaan limbah tersebut (Prasojo. D, 2008).

     

     Pengolahan limbah RS Pengelolaan limbah RS dilakukan dengan berbagai cara. Yang diutamakan adalah sterilisasi, yakni berupa pengurangan (reduce) dalam volume, penggunaan kembali (reuse) dengan sterilisasi lebih dulu, daur ulang (recycle), dan pengolahan (treatment) (Slamet Riyadi, 2000).

 

TUJUAN PENGELOLAAN LIMBAH

  • Mencegah Infeksi
  • Mencegah Kesakitan & kecelakaan terhadap petugas
  • Mencegah pencemaran lingkungan
  • Mencegah gangguan kesehatan Masyarakat
  • Meningkatkan kenyamanan, keindahan dan kesan baik dalam pelayanan
  • Meningkatkan kualitas pelayanan
  • Menghilangkan mikroorganisme pathogen
  • Mengurangi jumlah dan bahaya bahan kimia yang berbahaya dan beracun

 

PRINSIP PENGOLAHAN LIMBAH

     Menghilangkan atau mengurangi kontaminan yang terdapat di dalam  limbah padat sehingga hasil olahan  limbah  padat sehingga hasil olahan limbah dapat dimanfaatkan kembali atau tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan.

 

PROSEDUR PEMILAHAN & PENGEMASAN

     Limbah padat medis tajam melipti jarum suntik,preparat, botol ampul dan sebagainya dimasukkan ke dalam wadah khusus limbah tajam. Khusus jarum suntik dapat di hancurkan dengan needle burner atau needle cutter atau dengan dimasukkan ke dalam safety box. Setelah dua pertiga penuh wadah dirapatkan dan dipindahkan ke dalam troli/kontainer beroda khusus limbah medis. Gunakan selalu alat pelindung diri

 

PROSEDUR PENGUMPULAN & PENGANGKUTAN

     Kantong plastik warna kuning yang telah diikat, dimasukkan ke dalam troli khusus limbah medis Troli di bawa melalui jalur yang telah ditentukan menuju tempat penyimpanan sementara. Pastikan troli tertutup dengan rapat dan baik selama perjalanan Gunakan selalu alat pelindung diri (Sarung tangan, masker,pakaian elindung,sepatu khusus)

 

PROSEDUR PENYIMPANAN SEMENTARA

     Masukkan kantong plastik berwarna kuning yang berisi limbah padat medis di dalam tempat penyimpanan sementara Tempat penyimpanan sementara harus selalu tertutup dan gunakan alat pelindung diri (Sarung tangan, masker,pakaian elindung,sepatu khusus)

 

SISTEMATIKA PENGELOLAAN LIMBAH PADAT FASYANKES

Pemilahan dan pengemasan → Pengumpulan & Pengankutan → Penampungan & penyimpanan → Pengolahan/Pemusnahan →  Pembuangan Akhir

 

PEMISAHAN LIMBAH

  • Limbah harus dipisahkan dari sumbernya
  • Semua limbah beresiko tinggi hendaknya diberi label jelas
  • Perlu digunakan kantung plastik dengan warna-warna yang berbeda yang menunjukkan kemana kantong plastik harus diangkut untuk insinerasi atau dibuang (Koesno Putranto. H, 1995).

 

PENYIMPANAN LIMBAH

     Dibeberapa Negara kantung plastik cukup mahal sehingga sebagai gantinya dapat digunkanan kantung kertas yang tahan bocor (dibuat secara lokal sehingga dapat diperloleh dengan mudah) kantung kertas ini dapat ditempeli dengan strip berwarna, kemudian ditempatkan ditong dengan kode warna dibangsal dan unit-unit lain.

 

 PEMILAHAN LIMBAH

  • Kantung-kantung dengan warna harus dibuang jika telah terisi 2/3 bagian. Kemudian diikiat bagian atasnya dan diberik label yang jelas
  • Kantung harus diangkut dengan memegang lehernya, sehingga  jika dibawa mengayun menjauhi badan, dan diletakkan ditempat-tempat  tertentu untuk dikumpulkan
  • Petugas pengumpul limbah harus memastikan kantung-kantung dengan  warna yang sama telah dijadikan satu dan dikirimkan ketempat yang sesuai
  • Kantung harus disimpan pada kotak-kotak yang kedap terhadap kutu dan hewan perusak sebelum diangkut ketempat pembuangan

 

PENGANGKUTAN LIMBAH

     Kantung limbah dipisahkan dan sekaligus dipisahkan menurut kode warnanya. Limbah bagian bukan klinik misalnya dibawa kekompaktor, limbah bagian Klinik dibawa keinsenerator. Pengangkutan dengan kendaraan khusus (mungkin ada kerjasama dengan dinas pekerja umum) kendaraan yang digunakan untuk mengangkut limbah tersebut sebaiknya dikosongkan dan dibersihkan setiap hari, jika perlu (misalnya bila ada  kebocoran kantung limbah) dibersihkan dengan menggunakan larutan klorin.

 

PEMBUANGAN LIMBAH

     Setelah dimanfaatkan dengan konpaktor, limbah bukan klinik dapat dibuang ditempat penimbunan sampah (Land-fill site), limbah klinik harus dibakar (insenerasi), jika tidak mungkin harus ditimbun dengan kapur dan ditanam limbah dapur sebaiknya dibuang pada hari yang sama sehingga tidak sampai membusuk. (Bambang Heruhadi, 2000).

 

PENGEMASAN

  1. Radioaktif  warna konteiner/ plastik Merah
  2. Sanagat Infeksius warna konteiner/ plastik Kuning
  3. Limbah infkesius,patologi dan anatomi warna konteiner/ plastik kuning
  4. Sitotoksis warna konteiner/ plastik Ungu
  5. Limbah Kimia dan Farmasi warna konteiner/ plastik Coklat

 

source : 

https://rsud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pengelolaan-limbah-medis-rumah-sakit-88

articles by : Enia Mentari Manik,Amd. Kes

 

Publikasi Lainnya

© Copyright 2022 Rumah Sakit Efarina Siantar. All Rights Reserved.